Bimbingan Konseling Karier bagi Siswa Sekolah Menengah Atas

Fauzi Isra, A Muri Yusuf, Megaiswari Megaiswari, Afdhal Afdhal

Abstract


Bimbingan karier merupakan salah satu bentuk bimbingan yang terpadu pelaksanaannya dalam layanan bimbingan konseling di sekolah. Program bimbingan karier di sekolah bertujuan untuk membantu anak dalam merencanakan karier di masa mendatang, agar karier yang dipilih sesuai dengan bakat minat dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi. Fungsi bimbingan konseling karier itu sendiri adalah untuk menggali minat dan keterampilan berdasarkan latar belakang pendidikan seseorang sehingga mereka bisa bekerja melalui pelatihan profesional di bidang tertentu. Bimbingan karier
adalah sebuah hal yang paling penting untuk mengarahkan siswasiswa sesuai dengan minat dan potensi yang dimilikinya. Pemilihan karier yang tepat pada siswa, akan memberikan kepuasaan dan akan meraih hasil yang maksimal. Kekeliruan pada pemilihan karier, akan berdampak secara luas pada kehidupan seseorang selanjutnya, yang kemungkinan akan menurunkan prestasi bahkan frustasi dan gangguan psikologis karena ketidakmampuan beradaptasi, hasil yang diperoleh tidak maksimal, tertutupinya bakat-bakat bawaan yang sebenarnya lebih dominan. Salah satu tempat yang paling tepat dalam pengarahan dan pencerahan pemilihan minat dan bakat (bimbingan karier) adalah pada saat usia remaja, sekitar usia sekolah menengah atas. Maka penulis mencoba mengemukakan perlunya bimbingan karier bagi siswa sekolah menengah atas.

Keywords


Bimbingan dan konseling; karier

Full Text:

PDF

References


Ahmadi, A. (1991). Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Hikmawati, F. (2011). Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rajawali Press.

Sukardi, D. K. (1995). Bimbingan karier di sekolah-sekolah. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Kumara, A.R. & Lutfiyani, V. (2017). Strategi bimbingan dan Konseling komprehensif dalam Perencanaan Karier Siswa SMP. G-COUNS Jurnal Bimbingan dan Konseling, 1(2), 1-12. https://doi.org/10.31316/g.couns.v1i2.46.

Manrihu, M.T. (1992). Program Bimbingan Karier di Sekolah. Jakarta: Dikti Depdikbud.

Mirshad, Z. (2014). Persamaan Model Pemikiran Al-Ghaza Dan Abraham Maslow Tentang Model Motivasi Konsumsi. (Unpublished master’s thesis) UIN Sunan Ampel Surabaya, Surabaya, Indonesia.

Mirzaqon. T, A & Purwoko, B. (2018). Studi Kepustakaan Mengenai Landasan Teori Dan Praktik Konseling Expressive Writing. Jurnal BK Unesa, 8(1), 1-8.

Natawidjaja, R. (1990). Landasan bimbingan konseling. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Osipow. S. H. 1983. Theories of Career Development. Englewood cliffs, Nj: Prentice hall

Prayitno. (2009). Pendidikan, Dasar Teori dan Praksis. Padang: UNP Press.

Puspasari, A. (2011). Manajemen Strategi Karier Anak. Jakarta: PT.Gramedia

Surya, M. (1988). Bimbingan Penyuluh (Konseling). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.

Marsudi, S. (2003). Layanan Bimbingan Konseling Di Sekolah. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta

Winkel, W.S. (2005). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Grasindo

Walgito, B. (2017). Bimbingan Konseling Studi dan Karier. Yogyakarta: Andi Offset




DOI: https://doi.org/10.18326/pamomong.v1i2.100-110

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Fauzi Isra, A Muri Yusuf, Megaiswari Megaiswari, Afdhal Afdhal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Lisensi Creative Commons

Pamomong: Journal of Islamic Educational Counseling  is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License